Panduan PBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal

Panduan PBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal. Banyak masalah lapangan berawal dari asumsi yang tidak diperiksa sejak awal, sehingga pembahasan ini perlu ditempatkan sebagai bagian dari persiapan proyek. Untuk pembahasan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal, perhatian utama perlu diarahkan pada data lahan, gambar arsitektur, gambar struktur, serta cara keputusan tersebut memengaruhi tahapan berikutnya.

Sebelum masuk ke detail, pembahasan Panduan PBG Untuk Bangun Rumah Di Jogja dapat digunakan sebagai konteks tambahan karena keputusan pada proyek bangunan saling berkaitan antara tahap perencanaan, biaya, dan pelaksanaan.

Memahami Fungsi PBG

Jangan terburu mengambil keputusan sebelum data lahan dan gambar struktur diperiksa, sebab keduanya dapat memengaruhi biaya maupun urutan pekerjaan. Pengambilan keputusan yang terlalu cepat sering membuat pemilik proyek membayar dua kali, terutama ketika pekerjaan harus dibongkar atau diperbaiki setelah tahap berikutnya selesai. Jika dana terbatas, tetapkan prioritas berdasarkan dampak terhadap fungsi dan risiko, lalu tunda pilihan yang masih dapat diganti tanpa membongkar pekerjaan lain. Untuk menjaga keputusan tetap konsisten, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Perubahan di lapangan sebaiknya tidak langsung dikerjakan sebelum dampaknya terhadap biaya, waktu, fungsi, dan pekerjaan terkait dipahami. Pilihan yang tahan lama biasanya lahir dari keseimbangan antara fungsi, spesifikasi, pemasangan yang benar, dan pola perawatan yang realistis. Pada bagian memahami fungsi pbg, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan data lahan, gambar struktur, dan kesesuaian rencana agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas.

Menyiapkan Data Lahan

Mulailah dengan mencatat gambar arsitektur dan data teknis, kemudian hubungkan keduanya dengan tujuan utama proyek agar keputusan tidak berdiri sendiri. Kondisi lokasi juga perlu ikut dihitung karena akses material, cuaca, ruang kerja, serta bangunan di sekitar dapat mengubah metode pelaksanaan yang paling masuk akal. Perbandingan biaya akan lebih adil apabila spesifikasi, volume, metode pemasangan, dan batas pekerjaan dibuat sama pada setiap pilihan yang sedang dinilai. Bila proyek memiliki keterbatasan tertentu, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Pada tahap pelaksanaan, buat titik pemeriksaan sebelum pekerjaan ditutup oleh lapisan berikutnya agar kesalahan masih mudah diperbaiki. Pertimbangan masa depan penting karena perubahan anggota keluarga, pola usaha, teknologi, atau kebutuhan ruang dapat terjadi setelah bangunan selesai. Pada bagian menyiapkan data lahan, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan gambar arsitektur, data teknis, dan dokumen pemohon agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas.

Menyiapkan Gambar Arsitektur

Prioritas awal dapat disusun melalui gambar struktur serta fungsi bangunan, karena dua hal tersebut sering menentukan arah keputusan berikutnya. Dalam praktiknya, pilihan yang terlihat sederhana dapat menimbulkan pekerjaan tambahan apabila ukuran, akses, urutan kerja, atau keterkaitan dengan bagian lain belum diperhitungkan. Biaya awal perlu dibaca bersama biaya perawatan, umur pakai, dan potensi perbaikan agar keputusan tidak hanya mengejar angka termurah. Ketika pekerjaan mulai masuk tahap teknis, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Komunikasi rutin akan lebih efektif jika membahas progres nyata, kendala, keputusan yang belum selesai, dan pekerjaan yang harus disiapkan untuk periode berikutnya. Pilihan yang tahan lama biasanya lahir dari keseimbangan antara fungsi, spesifikasi, pemasangan yang benar, dan pola perawatan yang realistis. Pada bagian menyiapkan gambar arsitektur, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan gambar struktur, fungsi bangunan, dan proses administrasi agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas. Bila proyek membutuhkan pendampingan yang lebih terintegrasi, pembahasan bersama Jasa Kontraktor Jogja dapat diarahkan pada kebutuhan, spesifikasi, anggaran, serta tahapan kerja yang memang relevan dengan kondisi proyek.

Menyelaraskan Fungsi Bangunan

Kualitas keputusan akan meningkat ketika fungsi bangunan dibandingkan secara langsung dengan dokumen pemohon, bukan dinilai hanya dari satu sisi. Catatan lapangan, gambar, ukuran, dan spesifikasi akan membantu tim mempertahankan standar yang sama ketika pekerjaan dikerjakan oleh beberapa tenaga berbeda. Jadwal pembayaran sebaiknya mengikuti kemajuan pekerjaan yang dapat diverifikasi, bukan hanya tanggal yang ditetapkan tanpa melihat kondisi lapangan. Untuk menjaga keputusan tetap konsisten, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Perubahan di lapangan sebaiknya tidak langsung dikerjakan sebelum dampaknya terhadap biaya, waktu, fungsi, dan pekerjaan terkait dipahami. Pilihan yang tahan lama biasanya lahir dari keseimbangan antara fungsi, spesifikasi, pemasangan yang benar, dan pola perawatan yang realistis. Pada bagian menyelaraskan fungsi bangunan, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan fungsi bangunan, dokumen pemohon, dan gambar arsitektur agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas.

Melengkapi Data Struktur

Kualitas keputusan akan meningkat ketika data teknis dibandingkan secara langsung dengan kesesuaian rencana, bukan dinilai hanya dari satu sisi. Catatan lapangan, gambar, ukuran, dan spesifikasi akan membantu tim mempertahankan standar yang sama ketika pekerjaan dikerjakan oleh beberapa tenaga berbeda. Kontrol biaya akan lebih mudah jika setiap perubahan dicatat bersama alasan, nilai tambahan, serta pengaruhnya terhadap jadwal pengerjaan. Saat membandingkan beberapa opsi, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Setiap hasil yang sudah disetujui sebaiknya didokumentasikan agar standar tersebut dapat digunakan sebagai acuan pada area lain yang sejenis. Pertimbangan masa depan penting karena perubahan anggota keluarga, pola usaha, teknologi, atau kebutuhan ruang dapat terjadi setelah bangunan selesai. Pada bagian melengkapi data struktur, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan data teknis, kesesuaian rencana, dan data lahan agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas.

Merapikan Dokumen Pemohon

Mulailah dengan mencatat kesesuaian rencana dan proses administrasi, kemudian hubungkan keduanya dengan tujuan utama proyek agar keputusan tidak berdiri sendiri. Kondisi lokasi juga perlu ikut dihitung karena akses material, cuaca, ruang kerja, serta bangunan di sekitar dapat mengubah metode pelaksanaan yang paling masuk akal. Pemilik proyek perlu memisahkan dana pekerjaan utama, dana pilihan tambahan, dan dana cadangan supaya arus kas proyek tetap dapat dipantau. Bila proyek memiliki keterbatasan tertentu, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Pada tahap pelaksanaan, buat titik pemeriksaan sebelum pekerjaan ditutup oleh lapisan berikutnya agar kesalahan masih mudah diperbaiki. Pertimbangan masa depan penting karena perubahan anggota keluarga, pola usaha, teknologi, atau kebutuhan ruang dapat terjadi setelah bangunan selesai. Pada bagian merapikan dokumen pemohon, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan kesesuaian rencana, proses administrasi, dan gambar struktur agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas.

Mengantisipasi Koreksi

Prioritas awal dapat disusun melalui dokumen pemohon serta data lahan, karena dua hal tersebut sering menentukan arah keputusan berikutnya. Dalam praktiknya, pilihan yang terlihat sederhana dapat menimbulkan pekerjaan tambahan apabila ukuran, akses, urutan kerja, atau keterkaitan dengan bagian lain belum diperhitungkan. Dari sisi biaya, fokuskan anggaran pada bagian yang memengaruhi fungsi, keamanan, dan ketahanan sebelum menambah elemen yang sifatnya kosmetik. Ketika pekerjaan mulai masuk tahap teknis, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Komunikasi rutin akan lebih efektif jika membahas progres nyata, kendala, keputusan yang belum selesai, dan pekerjaan yang harus disiapkan untuk periode berikutnya. Pilihan yang tahan lama biasanya lahir dari keseimbangan antara fungsi, spesifikasi, pemasangan yang benar, dan pola perawatan yang realistis. Pada bagian mengantisipasi koreksi, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan dokumen pemohon, data lahan, dan data teknis agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas.

Menyimpan Dokumen Proyek

Data mengenai proses administrasi dan gambar arsitektur sebaiknya dicatat secara tertulis sehingga perubahan keputusan dapat dilacak dengan lebih mudah. Keterkaitan antarpekerjaan perlu diperhatikan karena perubahan pada satu bagian sering berpengaruh terhadap material, tenaga kerja, waktu, dan biaya pada bagian berikutnya. Anggaran sebaiknya memiliki ruang cadangan karena kondisi lapangan dapat memunculkan kebutuhan yang tidak terlihat pada saat perencanaan awal. Saat membandingkan beberapa opsi, kaitkan keputusan tersebut dengan tujuan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal supaya prioritas proyek tetap konsisten.

Setiap hasil yang sudah disetujui sebaiknya didokumentasikan agar standar tersebut dapat digunakan sebagai acuan pada area lain yang sejenis. Pertimbangan masa depan penting karena perubahan anggota keluarga, pola usaha, teknologi, atau kebutuhan ruang dapat terjadi setelah bangunan selesai. Pada bagian menyimpan dokumen proyek, catat hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan proses administrasi, gambar arsitektur, dan fungsi bangunan agar keputusan berikutnya memiliki dasar yang jelas.

Pemeriksaan Sebelum Pekerjaan Dilanjutkan

Untuk menjaga keputusan tetap konsisten, dokumen pemohon perlu dicocokkan dengan gambar arsitektur. Ketidaksesuaian pada dua hal ini sering baru terasa setelah pekerjaan berjalan, sehingga pemeriksaan awal dapat menghemat waktu dan mencegah pembelian material atau pekerjaan yang tidak diperlukan.

Agar hasilnya dapat dikontrol, keputusan mengenai proses administrasi sebaiknya diuji terhadap kondisi gambar struktur. Jika ada perbedaan antara gambar dan lapangan, catat perubahan tersebut sebelum pekerjaan diteruskan agar tidak menimbulkan kesalahan berantai.

Pada kondisi lapangan yang berbeda, nilai data lahan tidak cukup hanya dari tampilan atau harga. Hubungkan dengan data teknis, metode pemasangan, risiko kegagalan, serta kemudahan perawatan supaya keputusan lebih seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Cara Menjaga Keputusan Tetap Terukur

Bila proyek memiliki keterbatasan tertentu, pengawasan terhadap gambar arsitektur harus dilakukan pada waktu yang tepat. Setelah pekerjaan berkaitan dengan fungsi bangunan tertutup atau selesai, biaya koreksi biasanya meningkat karena pembongkaran dan pemasangan ulang menjadi lebih luas.

Untuk pemilik yang ingin lebih terukur, jangan menilai gambar struktur secara terpisah dari kesesuaian rencana. Hubungan keduanya dapat memengaruhi urutan kerja, kebutuhan tenaga, detail konstruksi, serta besarnya cadangan biaya yang perlu disiapkan pemilik proyek.

Jika terjadi perubahan kebutuhan, evaluasi data teknis perlu mempertimbangkan fungsi hari ini dan kemungkinan perubahan kebutuhan. Sementara itu, dokumen pemohon dapat menjadi dasar untuk menilai apakah pilihan tersebut masih efisien ketika bangunan telah digunakan beberapa tahun.

Catatan Praktis Untuk Pemilik Proyek

Ketika pekerjaan mulai masuk tahap teknis, apabila fungsi bangunan berubah, periksa kembali dampaknya terhadap proses administrasi sebelum menyetujui pekerjaan lanjutan. Langkah kecil ini penting untuk menjaga biaya, waktu, dan mutu tetap berada dalam batas yang telah direncanakan.

Supaya tidak muncul pekerjaan ulang, gunakan kesesuaian rencana sebagai titik verifikasi dan dokumentasikan hasilnya bersama informasi tentang data lahan. Cara ini membuat pembahasan dengan tim lebih objektif karena keputusan dapat ditelusuri kembali pada data yang sudah disepakati.

Pada proyek dengan banyak pihak terlibat, pemilik dapat membuat daftar pemeriksaan khusus untuk dokumen pemohon dan gambar arsitektur. Daftar ini membantu memastikan setiap pihak memahami standar yang sama, terutama ketika pekerjaan berlangsung dalam beberapa tahap atau dikerjakan oleh tim berbeda.

Mengurangi Risiko Pekerjaan Ulang

Saat membandingkan beberapa opsi, pembahasan proses administrasi akan lebih efektif jika ada ukuran, spesifikasi, foto, atau contoh fisik. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan gambar struktur sehingga tim tidak mengandalkan interpretasi yang berbeda ketika bekerja di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, data lahan perlu dicocokkan dengan data teknis. Ketidaksesuaian pada dua hal ini sering baru terasa setelah pekerjaan berjalan, sehingga pemeriksaan awal dapat menghemat waktu dan mencegah pembelian material atau pekerjaan yang tidak diperlukan.

Dalam konteks proyek nyata, keputusan mengenai gambar arsitektur sebaiknya diuji terhadap kondisi fungsi bangunan. Jika ada perbedaan antara gambar dan lapangan, catat perubahan tersebut sebelum pekerjaan diteruskan agar tidak menimbulkan kesalahan berantai.

Pemeriksaan Sebelum Pekerjaan Dilanjutkan

Untuk menjaga keputusan tetap konsisten, nilai gambar struktur tidak cukup hanya dari tampilan atau harga. Hubungkan dengan kesesuaian rencana, metode pemasangan, risiko kegagalan, serta kemudahan perawatan supaya keputusan lebih seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Agar hasilnya dapat dikontrol, pengawasan terhadap data teknis harus dilakukan pada waktu yang tepat. Setelah pekerjaan berkaitan dengan dokumen pemohon tertutup atau selesai, biaya koreksi biasanya meningkat karena pembongkaran dan pemasangan ulang menjadi lebih luas.

Pada kondisi lapangan yang berbeda, jangan menilai fungsi bangunan secara terpisah dari proses administrasi. Hubungan keduanya dapat memengaruhi urutan kerja, kebutuhan tenaga, detail konstruksi, serta besarnya cadangan biaya yang perlu disiapkan pemilik proyek.

Cara Menjaga Keputusan Tetap Terukur

Bila proyek memiliki keterbatasan tertentu, evaluasi kesesuaian rencana perlu mempertimbangkan fungsi hari ini dan kemungkinan perubahan kebutuhan. Sementara itu, data lahan dapat menjadi dasar untuk menilai apakah pilihan tersebut masih efisien ketika bangunan telah digunakan beberapa tahun.

Untuk pemilik yang ingin lebih terukur, apabila dokumen pemohon berubah, periksa kembali dampaknya terhadap gambar arsitektur sebelum menyetujui pekerjaan lanjutan. Langkah kecil ini penting untuk menjaga biaya, waktu, dan mutu tetap berada dalam batas yang telah direncanakan.

Jika terjadi perubahan kebutuhan, gunakan proses administrasi sebagai titik verifikasi dan dokumentasikan hasilnya bersama informasi tentang gambar struktur. Cara ini membuat pembahasan dengan tim lebih objektif karena keputusan dapat ditelusuri kembali pada data yang sudah disepakati.

Catatan Praktis Untuk Pemilik Proyek

Ketika pekerjaan mulai masuk tahap teknis, pemilik dapat membuat daftar pemeriksaan khusus untuk data lahan dan data teknis. Daftar ini membantu memastikan setiap pihak memahami standar yang sama, terutama ketika pekerjaan berlangsung dalam beberapa tahap atau dikerjakan oleh tim berbeda.

Supaya tidak muncul pekerjaan ulang, pembahasan gambar arsitektur akan lebih efektif jika ada ukuran, spesifikasi, foto, atau contoh fisik. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan fungsi bangunan sehingga tim tidak mengandalkan interpretasi yang berbeda ketika bekerja di lapangan.

Pada proyek dengan banyak pihak terlibat, gambar struktur perlu dicocokkan dengan kesesuaian rencana. Ketidaksesuaian pada dua hal ini sering baru terasa setelah pekerjaan berjalan, sehingga pemeriksaan awal dapat menghemat waktu dan mencegah pembelian material atau pekerjaan yang tidak diperlukan.

Mengurangi Risiko Pekerjaan Ulang

Saat membandingkan beberapa opsi, keputusan mengenai data teknis sebaiknya diuji terhadap kondisi dokumen pemohon. Jika ada perbedaan antara gambar dan lapangan, catat perubahan tersebut sebelum pekerjaan diteruskan agar tidak menimbulkan kesalahan berantai.

Dengan pendekatan tersebut, nilai fungsi bangunan tidak cukup hanya dari tampilan atau harga. Hubungkan dengan proses administrasi, metode pemasangan, risiko kegagalan, serta kemudahan perawatan supaya keputusan lebih seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks proyek nyata, pengawasan terhadap kesesuaian rencana harus dilakukan pada waktu yang tepat. Setelah pekerjaan berkaitan dengan data lahan tertutup atau selesai, biaya koreksi biasanya meningkat karena pembongkaran dan pemasangan ulang menjadi lebih luas.

Pemeriksaan Sebelum Pekerjaan Dilanjutkan

Untuk menjaga keputusan tetap konsisten, jangan menilai dokumen pemohon secara terpisah dari gambar arsitektur. Hubungan keduanya dapat memengaruhi urutan kerja, kebutuhan tenaga, detail konstruksi, serta besarnya cadangan biaya yang perlu disiapkan pemilik proyek.

Agar hasilnya dapat dikontrol, evaluasi proses administrasi perlu mempertimbangkan fungsi hari ini dan kemungkinan perubahan kebutuhan. Sementara itu, gambar struktur dapat menjadi dasar untuk menilai apakah pilihan tersebut masih efisien ketika bangunan telah digunakan beberapa tahun.

Pada kondisi lapangan yang berbeda, apabila data lahan berubah, periksa kembali dampaknya terhadap data teknis sebelum menyetujui pekerjaan lanjutan. Langkah kecil ini penting untuk menjaga biaya, waktu, dan mutu tetap berada dalam batas yang telah direncanakan.

Cara Menjaga Keputusan Tetap Terukur

Bila proyek memiliki keterbatasan tertentu, gunakan gambar arsitektur sebagai titik verifikasi dan dokumentasikan hasilnya bersama informasi tentang fungsi bangunan. Cara ini membuat pembahasan dengan tim lebih objektif karena keputusan dapat ditelusuri kembali pada data yang sudah disepakati.

Untuk pemilik yang ingin lebih terukur, pemilik dapat membuat daftar pemeriksaan khusus untuk gambar struktur dan kesesuaian rencana. Daftar ini membantu memastikan setiap pihak memahami standar yang sama, terutama ketika pekerjaan berlangsung dalam beberapa tahap atau dikerjakan oleh tim berbeda.

Jika terjadi perubahan kebutuhan, pembahasan data teknis akan lebih efektif jika ada ukuran, spesifikasi, foto, atau contoh fisik. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan dokumen pemohon sehingga tim tidak mengandalkan interpretasi yang berbeda ketika bekerja di lapangan.

Catatan Praktis Untuk Pemilik Proyek

Ketika pekerjaan mulai masuk tahap teknis, fungsi bangunan perlu dicocokkan dengan proses administrasi. Ketidaksesuaian pada dua hal ini sering baru terasa setelah pekerjaan berjalan, sehingga pemeriksaan awal dapat menghemat waktu dan mencegah pembelian material atau pekerjaan yang tidak diperlukan.

Supaya tidak muncul pekerjaan ulang, keputusan mengenai kesesuaian rencana sebaiknya diuji terhadap kondisi data lahan. Jika ada perbedaan antara gambar dan lapangan, catat perubahan tersebut sebelum pekerjaan diteruskan agar tidak menimbulkan kesalahan berantai.

Pada proyek dengan banyak pihak terlibat, nilai dokumen pemohon tidak cukup hanya dari tampilan atau harga. Hubungkan dengan gambar arsitektur, metode pemasangan, risiko kegagalan, serta kemudahan perawatan supaya keputusan lebih seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengurangi Risiko Pekerjaan Ulang

Saat membandingkan beberapa opsi, pengawasan terhadap proses administrasi harus dilakukan pada waktu yang tepat. Setelah pekerjaan berkaitan dengan gambar struktur tertutup atau selesai, biaya koreksi biasanya meningkat karena pembongkaran dan pemasangan ulang menjadi lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, jangan menilai data lahan secara terpisah dari data teknis. Hubungan keduanya dapat memengaruhi urutan kerja, kebutuhan tenaga, detail konstruksi, serta besarnya cadangan biaya yang perlu disiapkan pemilik proyek.

Dalam konteks proyek nyata, evaluasi gambar arsitektur perlu mempertimbangkan fungsi hari ini dan kemungkinan perubahan kebutuhan. Sementara itu, fungsi bangunan dapat menjadi dasar untuk menilai apakah pilihan tersebut masih efisien ketika bangunan telah digunakan beberapa tahun.

Pemeriksaan Sebelum Pekerjaan Dilanjutkan

Untuk menjaga keputusan tetap konsisten, apabila gambar struktur berubah, periksa kembali dampaknya terhadap kesesuaian rencana sebelum menyetujui pekerjaan lanjutan. Langkah kecil ini penting untuk menjaga biaya, waktu, dan mutu tetap berada dalam batas yang telah direncanakan.

Langkah Yang Perlu Disiapkan

Pembahasan pBG Untuk Bangun Rumah Untuk Rumah Tinggal sebaiknya berakhir pada keputusan yang dapat dilaksanakan, bukan hanya daftar keinginan. Tentukan siapa yang bertanggung jawab, kapan pekerjaan diperiksa, standar apa yang digunakan, dan bagaimana perubahan disetujui. Setelah itu, simpan catatan biaya, gambar, foto, serta spesifikasi yang relevan. Kebiasaan sederhana tersebut membantu pemilik menjaga kualitas proyek dan memudahkan perawatan setelah bangunan dipakai. Semakin jelas informasi yang dimiliki sejak awal, semakin kecil ruang untuk salah tafsir selama pekerjaan berlangsung.

Categories: Blog

Jl. Ahmad Wahid, Mantup, Baturetno, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55197